Jumat, 10 Juni 2011

pengenalan alat dan mesin pertanian

Diposkan oleh renaex di 05.03
Laporan Praktikum
Dasar – Dasar Teknologi dan Mekanisasi Pertanian


PENGENALAN MESIN PRA
DAN PASCA PANEN

Disusun oleh
NAMA : ernawati djaya
NIM : (G 111 09 276)
KELOMPOK : 5
ASISTEN : : nurshadrina
anjas anwar




LABORATORIUM TEKNOLOGI PERTANIAN
JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2011

I.PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadikan sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara. Sampai saat ini pun sektor pertanian masih tetap menyumbang devisa yang cukup besar bagi perekonomian negara. Bahkan pada saat Indonesia dilanda krisis ekonomi yang menghancurkan perekonomian negara, sektor pertanian melalui agribisnis dan agroindustri justru dapat terus berkembang menjadi penyelamat perekonomian negara. Namun, dengan sumber daya yang melimpah, proses perkembangan dan modernisasi sektor pertanian Indonesia berjalan sangat lambat. Salah satu indikatornya yaitu produktivitas pertanian yang cenderung menurun dan petani sebagai ujung tombaknya sebagian besar berada di bawah garis kemiskinan . Penyebabnya antara lain penerapan teknologi disektor pertanian yang masih rendah.
Teknologi dalam pertanian adalah segala sesuatu yang dapat memudahkan pekerjaan dan menghasilkan output yang lebih baik. Pembangunan pertanian tanpa teknologi ialah hal yang mustahil. Keduanya berjalan secara beriringan saling mengikat . Dalam pembangunan pertanian tentu akan sangat berbeda dalam segi kepraktisan maupun hasil tani apabila petani tersebut mengadopsi teknologi dibandingkan ia memakai cara tradisional.
Teknik pertanian meliputi usaha tani (teknik penanaman, pemupukan, pengairan perlindungan tanaman secara terpadu ) dan pasca panen (pengolahan hasil pengenalan alat perontol yang dapat menekan kehilangan hasil, penyimpanan hasil pertanian yang dapat meningkatkan kualitas produk pertanian ) dan teknologi yang digunakan dalam pertanian, seperti mesin – mesin.

Berdasarkan pernyataan diatas maka kita sebagai mahasiswa pertanian, harus mempelajari tentang teknologi pertanian ini karena negara kita Indonesia merupakan negara agraris yang sudah sejak dahulu menjadi sektor pertanian sebagai penopang perekonomian negara.
I.2.Tujuan dan Kegunaan
a. Tujuan
1. Untuk mengetahui nama – nama alat yang menggunakan motor bakar yang digunakan dalam bidang pertanian
2. Dapat membedakan antara mesin pra panen dan pesin pasca panen mesin alat hidrolik dan mesin drainase
3. Dan untuk mengetahui spesifikasi dari alat – alat mesin pertanian yang ada di dalam Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin.
b. Kegunaan
1. Agar mengetahui fungsi berbagai mesin yang ada dalam Laboratorium Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin dan,
2. Mampu menggunakan mesin mesin tersebut sesuai dengan kegunaannya.






II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Mekanisasi Pertanian
Mekanisasi pertanian diartikan secara bervariasi oleh beberapa orang. Mekanisasi pertanian diartikan sebagai pengenalan dan penggunaan dari setiap bantuan yang bersifat mekanis untuk melangsungkan operasi pertanian. Bantuan yang bersifat mekanis tersebut termasuk semua jenis alat atau perlengkapan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, motor listrik, angin, air, dan sumber energi lainnya. Secara umum mekanisasi pertanian dapat juga diartikan sebagi penerapan ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisasi, dan mengendalikan operasi di dalam produksi pertanian (Robbins,2005).
Ruang lingkup mekanisasi pertanian juga berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi pertanian. Ada pula yang mengartikan bahwa pada saat ini teknologi mekanisasi yang digunakan dalam proses produksi sampai pasca panen (penanganan dan pengolahan hasil) bukan lagi hanya teknologi yang didasarkan pada energi mekanis, namun sudah mulai menggunakan teknologi elektronika atau sensor, nuklir, image processing, bahkan sampai teknologi robotik. Dan digunakan baik untuk proses produksi, pemanenan, dan penanganan atau pengolahan hasil pertanian (Mugniesyah, 2006).
Mekanisasi pertanian dalam arti luas bertujuan untuk meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produktifitas lahan, dan menurunkan ongkos produksi. Penggunaan alat dan mesin pada proses produksi dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, produktifitas, kualitas hasil, dan mengurangi beban kerja petani. Pengalaman dari negara-negara tetangga Asia menunjukkan bahwa perkembangan mekanisasi pertanian diawali dengan penataan lahan (konsolidasi lahan), keberhasilan dalam pengendalian air, masukan teknologi biologis, dan teknologi kimia. Penerapan teknologi mekanisasi pertanian yang gagal telah terjadi di Srilangka yang disebabkan kecerobohan akibat penerapan mesin-mesin impor secara langsung tanpa disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik pertaniannya. Berbeda halnya dengan Jepang yang melakukan modifikasi sesuai dengan kondisi lokal, kemudian baru memproduksi sendiri untuk digunakan oleh petani mereka ( Hamilton dkk,1996).
Suatu hal yang paling mendasar yang masih belum diperhatikan dalam pengembangan teknologi pertanian di Indonesia hingga kini adalah kurang memadainya dukungan prasarana pertanian. Prasarana pertanian kita belum dikelola secara baik, sehingga masih agak sulit atau lambat dalam melakukan introduksi mesin-mesin pertanian (Robbins,2005).
Pengelolaan lahan, pengaturan dan manejemen pengairan yang meliputi irigasi dan drainase, serta pembuatan jalan-jalan transportasi daerah pertanian, dan masih banyak lagi aspek lainnya yang belum disentuh secara sungguh-sungguh dan profesional.
Relevansinya dengan hal tersebut, beberapa hal penting yang harus dilaksanakan antara lain adalah merencanakan atau memperbaiki kondisi lahan (konsolidasi lahan). Selain itu juga mendatangkan dan mengupayakan agar prasarana dan sarana pertanian sampai dan tersedia di lapangan tepat waktu sehingga dapat mengakselerasi pencapaian visi dan misi pertanian modern (Anonim, 2011).
Pengembangan teknologi pertanian diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat kita umumnya dan petani khususnya. Dapat dipastikan bahwa jika teknologi pertanian yang cocok tersebut telah berhasil dikembangkan dan diterapkan di negara kita, maka ketahanan pangan atau swasembada pangan pasti akan tercapai sehingga kemandirian dalam hal ekonomi dan politik dapat kita wujudkan (Siahan,2001).
Pada akhirnya kita punya modal kemandirian minimal dalam satu aspek pangan dan beberapa aspek lainnya misalnya keutuhan bangsa dan semangat untuk berkompetesi demi kemajuan bangsa yang berdaulat dan bermartabat (Siahan,2001).
Pembangunan pertanian akan bergerak dengan baik apabila mengandung 5 (lima) syarat pokok seperti , teknologi yang selalu berubah pasar bagi hasil –hasil usaha tani tersedianya saprotan secara local perangsang bagi petani transpotasi selain syarat pokok tersebut juga terdapat syarat pelancar yaitu pendidikan pembangunan kredit produksi, kegiatan bersama atau kelompok oleh petani perbaikan dan perluasan areal lahan perencanaan nasional pembangunan pertanian (Mugniesyah, 2006).
2.2 Mesin Pra Panen
Mesin pra panen untuk pertanian adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah lahan dari lahan primer hingga pengelolahan lahan sekunder. Adapun mesin pra pertanian yang dirancang khusus untuk penanaman hingga pemeliharaan tanaman yang biasa disebut dengan mesin alat tanam (Wijanto,2002).
Traktor tangan merupakan (hand tractor) merupakan sumber penggerek dari implement (peralatan) pertanian. Biasanya traktor tangan digunakan untuk mengolah tanah. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna , karena dapat digunakan untuk tenaga penggerek implement yang lain, seperti pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain – lain (Anonim, 2011).
Selain kopling utama, ada dua kopling kemudi. Kopling kemudian terletak di bawah gigi persneleng, di pangkal poros kedua roda. Kopling kemudian dioperasikan melalui tunas kemudi kiri dan kanan. Apabila kopling kemudi kanan ditekan , maka putaran gigi persneleng tidak tersambung dengan poros roda kanan . Sehingga roda kanan akan berhenti , dan traktor tangan dapat bergerak maju mundur dengan kecepatan tertentu karena putaran poros motor penggerek disalurkan di samping roda . Ada tiga jenis roda yang digunakan pada traktor tangan, yaitu roda ban, roda besi, roda apung (roda sangkar / cage whell) . Roda ban berfungsi untuk transportasi dan mengolah tanah kering.Bentuk permukaan roda ban beralur agak dalam untuk mencegah slip . Roda ban dapat meredam getaran , sehingga tidak merusak jalan – jalan .Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik bebab berat. Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah (Mugniesyah, 2006) .
Roda apung ini ada yang lebar. Ukuran roda disesuiakan dengan spesifikasi traktor .Besar kecilnya roda akan berpengaruh terhadap lajunya traktor. Poros roda traktor biasanya cukup panjang dan dilengkapi dengan beberapa lubang. Poros yang panjang ini dimaksudkan untuk menyesuaikan lebar oleh implement. Pemasangan roda yang cukup lebar juga aka menjaga keseimbangan traktor.Pemanasan roda yang cukup lebar juga menjaga keseimbangan traktor. Aplikasinya dari alat dan mesin pertanian sangat dipergunakan untuk memudahkan dalam pengerjaannya, khususnya dalam bidang pertanian. Berkembangnya teknologi sekarang ini, menyebabkan tingkat produksi dalam pemakaiannya alsintan juga dilakukan secara modern, sehingga dapat memudahkan dalam kehidupan. Tujuan dari penggunaan alat dan mesin ini sangat diperlukan karena sangat mendukung dalam meningkatkan produktivitas pada pertanian(Anonim, 2011).
Untuk melaksanakan tugas dengan baik perlu peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia yang merupakan ujung tombak transfer teknologi kepada petani tersebut. Dari hasil evaluasi Program Pendidikan dan Latihan jarak jauh terhadap para PPL dilaporkan terdapat perkembangan yang positif dalam wawasan pengetahuan , keterampilan serta peningkatan kemampuan pengelolahan usaha pertanian masyarakat (Siahan,2001).
Penerapan mekanisasi sangat berhubungan dengan kemajuan – kemajuan bidang lain dari “Agricultural Engenering” dan berbentuk dalam satu atau lebih kombinasi dari bidang – bidang tersebut. Agricultural Engenering meliputi bidang – bidang Teknik Mesin Budidya Pertanian (Farm Power and Machinery), Teknik Tanah dan Air (Soil and Water Engenering), Teknik Bangunan Pertanian (Farm Structures), Teknik Pengolahan Hasil Pertanian (Agricultural Product Procesing Engenering), Teknik Pelistrikan Pertanian (Farm Electrification), dan Teknik Pengolahan Pangan (Food Engenering) (Siahan,2001).
2.2. Mesin Pasca Panen
Pasca panen (kegiatan setelah panen) merupakan ruas kegiatan usaha tani yang paling kritis, bukan hanya curahan tenaga kerja namun juga faktor kritis yang menyangkut masalah susut. Data BPS pada musim tanam 1986/1987 menunjukkan angka susut yang cukup besar yaitu 21,3% dari seluruh kegiatan (panen sampai penggilingan). Angka susut memang berbeda beda, namun angka nasional yang ditunjukkan oleh data BPS dapat dipakai sebagai acuan resmi nasional ( Hamilton dkk,1996).
Mesin pasca panen adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah hasil pertanian yang biasanya dirancang sesuai dengan hasil pertanian yang ada. Mesin pasca panen ini biasanya lebih mengarah kepembuatan produk yang ingin dihasilkan. Contohnya mesin penghasil sari buah, mesin pembuat bubuk coklat, mesin pembuat mie, dan sebagainya (Hamilton dkk,1996)
Alat dan mesin yang digunakan dalam pra penen dan pasca panen sangat membantu di dalam proses pertanian mulai dari pengolahan tanah sampai pada produksi pertanian. Dengan bertambahnya alat dan mesin yang canggih dapat meningkatkan produksi pertanian untuk kebutuhan konsumen yang semakin meningkat. Hal ini di pengaruhi oleh bertambahnya jumlah penduduk di dunia, sehingga peningkatan produksi terutama tanaman pangan mendorong para ahli untuk membuat alat yang modern,agar dapat mencukupi kebutuhan hidup manusia (Siahan,2001).
Teknologi Industri Pertanian didefinisikan sebagai disiplin ilmu terapan yang menitikberatkan pada perencanaan, perancangan, pengembangan, evaluasi suatu sistem terpadu (meliputi manusia, bahan, informasi, peralatan dan energi) pada kegiatan agroindustri untuk mencapai kinerja (efisiensi dan efektivitas) yang optimal. Disiplin ini menerapkan matematika, fisika, kimia/biokimia, ilmu-ilmu sosial ekonomi, prinsip-prinsip dan metodologi dalam menganalisis dan merancang agar mampu memperkirakan dan mengevaluasi hasil yang diperoleh dari sistem terpadu agroindustri. Sebagai paduan dari dua disiplin, teknik proses dan teknik industri dengan objek formalnya adalah pendayagunaan hasil pertanian (Wijanto,2002).
Kemajuan para petani ini ditandai oleh banyaknya petani kita yang telah menggunakan saran-saran para penyuluh dari bidang pertanian tentang bagaimana cara menggunakan mesin perontok gabah yang baik sehingga menghasilkan hasil komoditi yang sangat baik. Jika dahulunya perontokan dilakukan dengan cara dibanting dan diijak-injak, sekarang mereka telah beralih menggunakan power tresher atau biasa kita sebut dengan mesin perontok gabah. Hal ini membuat pekerjaan mereka lebih mudah dan dapat dilakukan dengan cepat dan efisien. Pengolahan gabah merupakan tahap yang penting dalam pengolahan padi sebelum dikonsumsi karena perdagangan padi dalam partai besar dilakukan dalam bentuk gabah (Robbin, 2005).
Perontokan dan pengeringan. Perontokan adalah proses memisahkan gabah dari merang sedangkan pengeringan adalah proses mengurangi kadar air gabah hasil panen untuk keperluan simpan atau giling, urutan 2 proses ini dapat dibolak-balik. Pada padi hibrida umumnya dirontokkan dulu lalu dikeringkan/dijemur sedangkan padi varietas local umumnya dikeringkan lalu dirontokkan( Wijanto, 2002).
Setelah dirontokkan,gabah dimasukkan ke mesin pemecah kulit. Proses ini mengelupaskan sekam dari gabah. Hasil biji beras yang dikenal dengan Beras Pecah Kulit atau Brown Rice. Biji beras masih memiliki kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini umumnya dikenal dengan istilah bekatul. Aleurone adalah lapisan protein. Pada saat benih berkecambah, sel aleurone akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang dipecahkan oleh embrio aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu perkecambahan. Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji, sebagai pelindung embrio (Robbin, 2005).
Berbagai penelitian membuktikan bahwa lapisan kulit ari kaya akan kandungan protein, vitamin, mineral, lemak dan serat. Oleh karena itu, membiasakan mengkonsumsi beras pecah kulit menjadi lebih sehat dan lebih baik. Akan tetapi, umumnya orang enggan memakannya karena nasi dari beras pacah kulit lebih keras, walaupun sudah lama dimask sehingga, sulit dikunyah (Wijanto,2002).
Proses mengelupas kulit ari sehingga diperoleh beras putih bersih. Biji beras yang putih bersih ini sebagian besar terdiri dari pati. Petani yang menggunakan teknologi di bidang pertanian khususnya yang menggunakan mesin pertanian haruslah mampu mengetahui biaya-biaya yang ia akan keluarkan dalam pengolahan lahannya. Seperti pengeluaran untuk bahan bakar mesin,biaya perawatan mesin,biaya perawatan tanamannya, sampai upah pekerja jika ia menggunakan jasa pekerja. Hal ini sangatlah penting karena dengan mengetahui seluruh biaya pengeluaran yang telah dikeluarkan selama pengolahan lahan, maka para petani dapat mengetahui keuntungan yang akan diperolehnya nanti (Robbin,2005).
Mesin evaporator vakum adalah mesin yang biasa dipakai untuk mengurangi kadar air suatu bahan yang berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah tanpa pemanasan langsung, suhu biasa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu rendah disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi/gizi produk tidak hilang atau rusak. Mesin separator sentrifugal (sentrifus) berfungsi untuk memisahkan cairan dari cairan yang berbeda, seperti air dan minyak pada proses pembuatan VCO (Wijanto,2002).

Beberapa kasus pada pengolahan kakao dan kopi, juga memberikan indikasi, bahwa penggunaan alat dan mesin untuk sortasi, pengeringan, dan penanganan primer hasil kakao dan kopi mampu meningkatkan kualitas 10 hasil dan pada akhirnya mengangkat nilai tambah hasil pertanian Dalam sistem agribisnis yang terbagi dalam empat sub sistem yaitu sub sistem agribisnis hulu sampai pada sub sistem agribisnis hilir (pengolahan dan pemasaran), peran alat dan mesin pertanian diperlukan(Anonim,2011).
Faktor – faktor pra panen yang diketahui berdampak pada cita rasa produk hortikultura termasuk lingkungan , praktek budaya , bahan kimia yang digunkan serta faktor unsure hara . Pengaruh iklim terhadap cita rasa buah dan sayur juga telah banyak dilaporkan. Diketahui bahwa musim berpengaruh besar terhadap tinngkat kepedesaan pad bawang merah ( Hamilton dkk,1996)
Terdapat banyak faktor pra – panen yang dapat mempengaruhi mutu pasca panen buah dan sayur, terutama pengaruhnya terhadap penampakan , kekerasan dan cita rasa. Faktor-faktor biologi , fisilologi , lingkungan , dan budidaya. Kerusakan – kerusakan yang terjadi selama proses produksi , benda – benda asing yang tidak diinginkan yang tercampur pada produk hortikultura dan residu bahan kimia serta variasi genetic (Anonim, 2011).
Untuk tanaman pangan (padi, jagung dan kedelai) teknologi mekanisasi yang ada di pasar sebenarnya sudah tersedia cukup dengan suplai yang cukup. Namun demikian, masalah manajemen sistem mekanisasi menjadi faktor kendala yang perlu diperhatikan, bidang ini tidak banyak mendapat perhatian sebagai bidang sains dan perekayasaan. Pada masa sekarang dengan keinginan dan keutuhan untuk menuju ke produktivitas, efisiensi, kualitas dan nilai tambah, sistem manajemen/sistem enjinering mekanisasi pertanian perlu mendapatkan perhatian bagi peneliti/perekayasa mekanisasi, penyuluh dan praktisi yang bergerak di bidang mekanisasi (Mugniesyah, 2006).
Sebagai contoh dalam tahap penanganan dan pengolahan hasil pertanian, masalah hasil samping dan limbah perlu mendapat perhatian lebih banyak. Komoditi pertanian mempunyai prospek baik serta bersifat renewable. Sebagai contoh adalah sabut kelapa dan cangkang sawit dan sekam padi yang umumnya hanya dibakar. Teknologi pirolis dapat menambah nilai uang limbah dan dikembalikan lagi kepada usaha tani dalam bentuk yang
lain (Anonim,2011).













III.METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum Pengenalan alat pra dan pasca panen dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 11 April 2011 pukul 12.00 WITA sampai selesai, di Laboratorium Mekanisasi dan Teknologi Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Hasanuddin, Makassar.
3.2. Alat
Pada praktikum Pengenalan alat pra dan pasca panen ini , alat yang digunakan yaitu kamera dan alat tulis menulis.
3.3.Prosedur Percobaan
Dalam praktikum pengenalan mesin pra panen dan pasca panen, kita telah diperkenalkan beberapa mesin, adapun prosedur percobaan dari praktikum ini yaitu :
1. Dijelaskan tentang alat pra dan pasca panen
2. Dijelaskan tentang spesifikasi alat dan mesin pertanian untuk jenis mesin pra panen
3. Dijelaskan tentang spesifikasi alat dan mesin pertanian untuk jenis mesin pasca panen.





IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
Dalam praktikum ini kita dikenalkan berbagai mesin dan alat pra dan pasca panen , adapun spesifikasi, fungsi dan kegunaannya dapat kita lihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 1. Alat Pengolahan Pra Panen
No Nama alat Spesifikasi Fungsi dan kegunaan
1. Bajak piring


Model : DP50 Lembar piringan : 2 buah Lebar kerja : 0,70 meter ;
Kedalaman kerja : 0,30 m Diameter
piringan : 0,55 m;
Berat bajak piring : 200 kg; Daya untuk menarik : 15 - 35 HP Kecepatan kerja rata-rata adalah 5,77
km/jam, dengan
lebar pembajakan
rata-rata 580 mm. Daya minimum yang diperlukan adalah 5,7 jam/Ha dengan
efisiensi waktu
pengolahan 25%







Kegunaan : Sebagai pengolah tanah pertama untuk
perbaikan struktur butir-butir tanah,
memperbesar persediaan air
,memperbaiki peresapan air dan aerasi tata udara tanah, mengurangi evaporasi tanah,
Fungsi : untuk mengolah kebun seluas 2,5 - 5 Ha; Sangat cocok untuk usaha tani lahan kering seperti tanaman hortikultura dan palawija;Dapat digandengkan dgn traktor mini bertenaga min 15 HP; Lebar pengolahan, kedalamanpembajakan dan kemiringan bajak dapat diatur sesuai kebutuhan.








2




Mesin penanam jagung dan pemupukan


1. Model : GS–JP-FL/01
2. Penarik : Traktor roda 2
3. Traktor roda 4 30 /40/ 50 HP
4. Bijian yang sesuai : Jagung dan Kedele
5.Kap. Hopper : 5 kg /unit
6. Kecepatan penanaman : 1,5- 2,0 km/jam
7. Jarak tanam dalam alur : 30 – 40 cm
8. Jarak tanam antara alur : Dapat diatur (30–80) cm
9. Kedalaman penanaman : 5 – 7 cm
10. Berat (1 unit penanam) : 20 kg.
11. Penakar benih : Tipe priringan datar menyudut
12. Pembuka alur :Piringanganda
13. Dimensi ( 1 unit/ 1 baris)






Kegunaan :
Mesin ini berguna sebagai alat penanam jagung sekaligus alat untuk pemupukan yang bekerja sangat cepat sehingga waktu yang digunakan sangat efisien.
fungsi:
berfungsi sebagai alat tanam jagung yang dapat diatur : 4 alur utk jagung, 6 alur untuk kedele, dan 10 alur utk padi didesain untuk mampu dipakai di hasil pengolahan tanah yang bergelombang (tidak rata), karena dilengkapi dengan pegas horisontal maupun vertical.
Dapat menanam dengan kecepatan maju 2–2,5 km/jam, akan diperoleh kapasitas kerja (0,5–0,6 ha/jam atau 4-5 hektar dalam satu hari),









3.
Traktor tangan (power tiller)
Ukuran piringan : 26 x 3/16” artinya diameter piringan 26”
- tebal piringan 3/16”
Bajak piringan standar umumnya berdiameter piringan 24 sampai 32 inci. Diameter
piringan 24 “
cekungan 33/8 sampai 4 “, diameter 26 “ cekungan sampai 4 ½
Sudut piringan dengan garis vertical 15 - 250 dan dengan arah horizontal pada sudut 42 - 450 . Kegunaan :

Mesin ini berguna memperbaiki struktur tanah , dimana traktor ini bekerja dengan metode pengarikan pada bajak.
Fungsi
fungsi utamanya adalah untuk menarik bajak yang akan digunakan untuk mengolah dan membalikkan tanah.

4. Bajak putar / bajak Rotari
- Sistim Transmisi ( Chain - Gear)
- Sistim Penggerak ( Kopling Utama) V Belt ( 2 buah)
- Sistim Pembelok ( Kopling Kemudi) Dog cluth
- Isi Minyak Pelumas 5, 5 liter
- Dimensi Traktor P, 2730 mm. L, 1140 mm. T, 1370 mm
- Berat 300 Kg ( Berat Traktor termasuk Roda Besi dan Diesel. Apabila menggunakan roda karet berat = 250 Kg)
• Tenaga Penggerak
- Merk KUBOTA
- Type 4 langkah
- Model RD 85 DI-1
- Tenaga Rata-rata 7, 5 / 2200 HP / RPM
- Tenaga Maxsimum 8, 5 / 2400 HP / RPM
- Bahan Bakar Solar
- Sistim Starting Engkol
- Sistim Pendingin Radiator
- Isi Bahan Bakar 9, 5 ltr
- Isi Minyak Pelumas 2, 4 ltr
- Berat 86 kg
- Sistim Lampu dengan IC Regulator
• Perlengkapan Tambahan yang dapat dibeli ( terpisah)
- - HITCH II
- Roda Besi Bertapak Lebar
- Roda Besi Bertapak Panjang

Kegunaan :
Memberantas gulma
2. Memperbaiki struktur tanah agar lebih baik untuk pertumbuhan tanaman
3. Menempatkan seresah agar terdekomposisi dengan baik
4. Menurunkan laju erosi dengan cara pengolahan yang sesuai
5. Meratakan tanah
6. Mencampur pupuk dengan tanah
7. Mempersiapkan tanah untuk pemberian air irigasi

Fungsi :
Memotong dan
membalikkan tanah
pada pengolahan tanah, dapt membajakan
dengan kedalaman 15 cm,dan lebar
pembajakan bervariasi sedangkan besar
bongkahan didapati
diatas 24 cm.

Sumber : Data Primer, Laboratorium Mekanisasi dan Teknologi Pertanian, 2011
Tabel 2 . Alat Pengolahan Pasca Panen
No Nama alat Spesifikasi Fungsi dan kegunaan
1. Mesin vaccum evapator




Kapasitas optimal 65 liter maksimal 80 liter
Lama proses 120 – 180 menit
Sistem pemanasan tidak langsung , sistem double jacket
Bahar bakar LPG dengan control suhu digital
Pendingin sirkulasi air volume tabung evaporator 125 – 130 liter
Kebutuhan daya pompa vakum 750 – 1000 W
Kebutuhan daya pompa sirkulasi pemanas 300 W
Instalasi listrik rumah minimum 2200 W ,220 V 1 fase dimensi (p X L X T) 120 cm X 120 cmX120 cm
Volume pada waktu diangkut 120 cm X 120 cm X 160 cm
Control suhu digital
Bahan stainless steel





Fungsi
Mesin Evaporator Vakum (Vacuum Evaporator) berfungsi sebagai mengurangi atau bahkan menghilangkan kadar air pada minyak kelapa murni. Dengan kadar air yang rendah, maka minyak VCO yang Anda produksi akan semakin berkualitas dan tidak mudah tengik, serta awet (2 tahun). Alat mesin produksi ini juga dapat dipakai untuk mengurangi kadar air pada madu, sari buah, minyak nilam dan gula cair dari ekstrak nira

Kegunaan :

Untuk pemekatan bahan cair, mengurangi kadar air tanpa merusak nutrisi bahan


2



Mixer


• Frame : pipa besi kotak 2x4 cm
• Tabung / silinder : Stainless Steel 304
• Dimensi (pxlxt) cm : 70 x 60 x 85 cm
• Daya listrik maksimal : 500 W / 220 AV
• Kapasitas : 20-50 kg / proses
• Bahan bakar panas : Burner LPG
• Transmisi rpm : Gear box, pulley, V belt, 20-40 rpm
• Kontrol suhu : Sistem suhu terkontrol otomatis / analog






Fungsi :
Mesin ini berfungsi untuk mengaduk bahan, disertai dengan proses memasak. Mesin ini cocok untuk mengaduk bahan yang akan kita olah.

Kegunaan :

Alat ini digunakan untuk menyatuhkan bahan suspensi yang akan diolah seperti penyatuhkan tepung dengan gula.




















3.





























Alat pengemas


Tipe : AW 6035 4ss
- Produk yang dikemas : bubuk, biji-bijian, butiran
Tipeseal : sistem renteng 4 side seal
- Tipe mesin : vertical sachet
- Dimensi seal W=50-100 mm, L=50-140 mm
- Kapasitas pengemas : Up to 100 gr
- Ukuran mesin : WxLxT=670x900x1770 mm
- Material pengemas :AL+PE, OPP+PE, NY+PE, dan bahan kertas pengemas lain yang dapat direkatkan dengan panas
- Kecepatan mengemas : 50-80 pack/min
- Supply voltage : 220V/380V, 1ph/3ph Neutral 50Hz
- Power requirement : 1,4 kVA/18 amp







Fungsi : mesin untuk pengemasan produk otomatis dengan sistem vertical
Kegunaan :
Mesin ini berguna sebagai mesin ntuk mengemas menyegel body produk (beberapa produk). Plastik melekat di body produk. Cocok untuk kemasan terluar berbagai macam produk : minuman, mainan, dll. Bisa dipakai untuk menyatukan beberapa produk (dalam bentuk paket)
4









Pemecah biji kakao

Kapasitas 100- 200 kg bahan masuk / jam
Volume ruang 0,05 m3
Sistem pengepresan kontinyu
Bahan dinding stainless steel
Saringan 20 mesh
Putaran ulir 10 rpm
Pemisahan hasil langsung
Sistem penggerek
Motor 5,5 HP
Transmisi , gear box dan pulley
Jumlah belt , 3 belt
Fungsi :
Untuk memisahkan biji dengan kulitnya

Kegunaan :

Kegunaan dari alat ini yaitu selain mampu memisahkan biji , mesin ini juga berfungsi sebagai alat untuk membersihkan kulit buah









Sumber : Data Primer, Laboratorium Mekanisasi dan Teknologi Pertanian, 2011

4.2 Pembahasan
Dari hasil yang kita peroleh diatas maka kita dapat mengetahui alat dan mesin pertanian dapat dibedakan atas alat dan mesin pra panen dan pasca panen, dimana kita ketahui yang membedahkan mesin pra panen meliputi bajak piring, mesin penanam jagung, traktor tangan bajak putar. Sedangkan yang tergolong kedalam alat dan mesin pasca panen yaitu mixer, mesin pendingin, mesin vaccum evapator, mesin pengemas, dan mesin pemecah biji kakao. Sesuai dengan pendapat Hamilton (1996) yang menyatakan alat mesin dan alat pra dan pasca panen sangat berpengaruh terhadap kualitas pada produk yang akan diolah sehingga mesin dan alat pra dan pasca panen haruslah berstandar mutu yang telah ditetapkan.
Traktor tangan merupakan salah satu mesin pengolah tanah yang kini mulai banyak digunakan petani dalam mengolah tanah. Sebagai mesin pengolah tanah traktor haruslah dilengkapi dengan peralatan pengolah tanahnya, seperti bajak, garu, ataupun bajak rotari. Untuk mengenal traktor sebagai mesin pengolah tanah, maka perlu dipahami prinsip kerja serta persyaratan kondisi kerja, perlengkapan, serta kegunaannya. Sesuai dengan pendapat Siahaan (2011) bahwa dalam mekanisasi pertanian traktor merupakan alat dan mesin pertanian khusus pra panen yang sangat diperlukan karena sangat mendukung dalam meningkatkan produktivitas pada pertanian. Namun sebenarnya traktor tangan ini merupakan mesin yang serba guna, karena dapat digunakan untuk tenaga penggerek implement yang lain, seperti pompa air, alat prosesing, trailer, dan lain – lain.
Prinsip kerja traktor tangan adalah mesin pengolah tanah dengan menggunakan tenaga penggerak motor bakar yang pada umumnya motor diesel. Sebagai mesin pengolah tanah, traktor digunakan untuk menarik peralatan pengolahan tanah, seperti bajak piring,garu piring. Pengaturan tersebut dilakukan dengan mamanjangkan atau memendekkan pada ikatan sambungan peralatan atau pada tiga titik penyambungan. Dalam hal ini Mugniesyah (2006) menyatakan bahwa Roda besi digunakan untuk pembajakan di lahan kering. Sirip pada roda besi akan menancap ke tanah, sehingga akan mengurangi terjadinya slip pada saat menarik bebab berat . Roda apung digunakan pada saat pengolahan tanah basah. Dan ini berguna untuk keseimbangan traktor dalam proses pengolahan tanah.
Bajak putar juga termasuk kedalam mesin pra panen dimana pisau bajak terpasang pada as. Sistem kerja dari bajak putar atau bajak rotary yaitu berputarnya poros as mengakibatkan berputarnya pisau bajak sehingga tanah akan tercacah. Semakin cepat berputar, semakin sempurna pemotongannya (tidak terdapat pembalikan dan pelemparan tanah).
Mesin penanam jagung, mesin ini merupakan mesin yang dapat mempermudah petani dalam mengerjakan aktifitas penanaman jagung, dimana mesin ini bekerja secara spesifik . mesin ini berfunsi sebagai mesin penanam dan pemupukan jagung dan kedele skala besar termasuk kategori High Technology dengan traktor penarik traktor roda 4 secara mounted (3 titik penggandengan), atau ditarik dengan traktor roda dua, dan masuk klas implement.berfunsi sebagai alat tanam jagung yang dapat diatur 4 alur utk jagung, 6 alur untuk kedele, dan 10 alur utk padi didesain untuk mampu dipakai di hasil pengolahan tanah yang bergelombang (tidak rata), karena dilengkapi dengan pegas horisontal maupun vertical.Dapat menanam dengan kecepatan maju 2–2,5 km/jam, akan diperoleh kapasitas kerja (0,5–0,6 ha/jam atau 4-5 hektar).
Mesin dan peralatan adalah setiap alat bantu mekanik yang dipakai manusia untuk melakukan apa saja. Sedang perbedaan alat dan mesin, adalah mengenai tingkat kesederhanaan susunannya. Hal ini sesuai dengan pendapat Mugniesyah (2003) bahwa berkembangnya teknologi sekarang ini, menyebabkan tingkat produksi dalam pemakaiannya alat mesin pertaniann juga dilakukan secara modern, sehingga dapat memudahkan dalam kehidupan. Tujuan dari penggunaan alat dan mesin ini sangat diperlukan karena sangat mendukung dalam meningkatkan produktivitas pada pertanian.
Alat dan mesin pertanian mencakup seluruh peralatan yang dipergunakan dalam suatu pekerjaan budidaya pertanian atau pengusahaan tanaman. Sehingga alat dan mesin pertanian sangat memudahkan dalam pengolahan pra dan pasca panen hingga sampai pada tingkat konsumen untuk produksi pemasaran. Pada dasarnya sumber penggeraknya dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu secara alami dan buatan manusia. Sesuai dengan pendapat Wijanto (2002) bahwa alat dan mesin pra pertanian yang dirancang khusus untuk penanaman hingga pemeliharaan tanaman yang biasa disebut dengan mesin alat tanam.
Mesin pasca panen adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah hasil pertanian yang biasanya dlrancang sesuai dengan hasil pertanian yang ada. Mesin pasca panen ini biasanya lebih mengara kepembuatan produk yang ingin dihasilkan. Sedangkan yang termasuk mesin pasca panen yaitu mesin evaporator, mesin evaporator vakum adalah mesin yang biasa dipakai untuk mengurangi kadar air suatu bahan yang berbentuk cair. Prinsip kerja dari mesin ini adalah tanpa pemanasan langsung, suhu biasa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu rendah disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi/gizi produk tidak hilang atau rusak. Mesin separator sentrifugal (sentrifusi) berfungsi untuk memisahkan cairan dari cairan yang berbeda, seperti air dan minyak pada proses pembuatan VCO. Hal ini seuai dengan pendapat Hamilton dkk, (1996) bahwa mesin pasca panen adalah mesin yang digunakan untuk mengelolah hasil pertanian yang biasanya dirancang sesuai dengan hasil pertanian yang ada. Mesin pasca panen ini biasanya lebih mengarah kepembuatan produk yang ingin dihasilkan. Dan prinsip kerja dari mesin ini adalah tanpa pemanasan langsung, suhu biasa diatur sesuai dengan keinginan. Penggunaan suhu rendah disertai dengan vakum, akan menjaga nutrisi/gizi produk tidak hilang atau rusak. Mesin separator sentrifugal (sentrifus) berfungsi untuk memisahkan cairan dari cairan yang berbeda, seperti air dan minyak pada proses pembuatan VCO.
Dalam praktikum ini kita juga dikenalkan mesin pemecah biji kakao, dimana mesin ini merupakan mesin yang berfungsi sebagai merontokan biji kakao,dimana biji kakao dimasukkan ke mesin pemecah kulit. Proses ini mengelupaskan sekam dari kakao. Hasil biji kakao. Biji kakao masih memiliki kulit ari (aleurone dan pericarp). Lapisan kulit ari ini umumnya dikenal dengan istilah bekatul. Aleurone adalah lapisan protein. Pada saat benih berkecambah, sel aleurone akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang dipecahkan oleh embrio, aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu perkecambahan. Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji. Hal ini sesuai dengan pendapat Robbin (2005) bahwa pada saat benih berkecambah, sel aleurone akan memecah menjadi asam amino. Dipicu oleh hormon yang dipecahkan oleh embrio aleuron akan mensintesis enzim yang berguna untuk memacu perkecambahan. Pericarp adalah jaringan yang mengelilingi biji, sebagai pelindung embrio dan ini dipengaruhi oleh alat dan mesin yang digunakan dalam pengolahan pasca panen.







V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Dari hasil kita peoleh dapat kita tarik kesimpulan bahwa :
1. Alat dan mesin pertanian didedakan atas alat dan mesin pra panen serta alat dan mesin pasca panen.
2. Alat dan mesin pra panen dalam praktikum yang kita lakukan meliputi traktor tangan, bajak piring, bajak putar, mesin penanaman padi.
3. Alat dan mesin pasca panen dalam praktikum yang dita lakukan meliputi mesin vaccum evapator, mesin pengemas, mixer, alat pemecah kakao, dan mesin pendingin.
4. Masing-masing alat dan mesin pertanian, baik pra maupun pasca panen memiliki fungsi dan kegunaan yang bersifat spesifik.
5.2. Saran
Sebaiknya dalam pelaksanaan praktikum efektivitas dan efisisensi lebih diperhatikan, agar praktikum lebih maksimal. Dan juga alat yang ada dalam laboratorium agar kiranya dapat dilengkapi spesifikasinya sehingga ini dapat melancarkan pelaksanaan praktikum





DAFTAR PUSTAKA
Anonima.,2011.Pengenalan Alat dan Mesin Pertanian. http://ictsleman.ath.cx/pustaka/
pertanian/agro_industri_non_pangan/15_pengenalan_alat_dan_mesin_pertanian.pdf Diakses pada hari 10 April , pukul 21:30 WITA. Makassar.

Anonimb.,2011.FungsiMesin Alat Pertanian. http://mekanisasi.litbang.deptan.go.id.Diakses pada tanggal 10 April Pukul 20.54 WITA.Makassar

Fauziah ,Sulaiman ,2000.Mekanisme Penyebaran Inovasi Pertanian Suatu Kajian prosiding. Lokakarya Nasional Pusat Perpustakaan Pertanian .Bogor

Mugniesyah, Siti Sugiah M. 2006.Penyuluhan Pertanian Bagian I : Peranan Penyuluhan
Pertanian dalam Pembangunan Pertanian .Bogor : IPB Press

Mulyoto, dkk. 2002. Mesin-Mesin Pertanian. PT Graha persada : Jakarta.
Robbins,2005. CRC handbook of engineering in agriculture. Boka Raton .F1.CRC Press
Siahaan , S.2001.Penelitian tentang DIKLAT jarak jauh penyuluhan pertanian dan
dampaknya terhadap peningkatan kualitas hidup petani di kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) . Sumatera Selatan .IPB Press.

0 komentar on "pengenalan alat dan mesin pertanian"

Poskan Komentar

 

ernawati djaya Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez